TUGAS DINAMIC ROUTING BAGAS ALVIANSYAH
1. Apa itu Dynamic Routing?
-Dynamic routing adalah metode pengelolaan rute jaringan yang memungkinkan router untuk secara otomatis belajar, memperbarui, dan memilih jalur terbaik untuk mengirimkan data antar perangkat di jaringan. Berbeda dengan static routing yang mengharuskan admin jaringan memasukkan rute secara manual, dynamic routing menggunakan protokol tertentu untuk mendeteksi perubahan dalam topologi jaringan dan menyesuaikan rute dengan cepat.
2. Apa kelebihan dan kekurangan dari Dynamic Routing?
Kelebihan
- Otomatisasi
- Router dapat menyesuaikan tabel routing secara otomatis tanpa perlu campur tangan manusia setiap ada perubahan topologi.
- Adaptif terhadap Perubahan
- Jika ada jalur yang gagal atau tidak tersedia, dynamic routing mencari jalur alternatif secara real-time.
- Efisiensi dalam Pengelolaan Jaringan Besar
- Cocok untuk jaringan besar atau yang sering mengalami perubahan, mengurangi beban administratif.
- Optimalisasi Jalur
- Dynamic routing menggunakan metrik seperti bandwidth, delay, atau jumlah hop untuk memilih jalur terbaik.
- Interoperabilitas
- Memungkinkan integrasi antarprotokol routing yang berbeda seperti OSPF, RIP, atau BGP.
Kekurangan
- Kompleksitas Konfigurasi dan Pemahaman
- Membutuhkan pengetahuan lebih untuk mengatur dan memahami protokol-protokolnya.
- Overhead di Jaringan
- Pertukaran informasi routing antar-router menggunakan bandwidth dan sumber daya CPU.
- Rentan terhadap Serangan
- Jika tidak dikonfigurasi dengan benar, dapat disusupi oleh routing update palsu (misalnya, serangan routing poisoning).
- Kecepatan Konvergensi
- Beberapa protokol dynamic routing, seperti RIP, memiliki waktu konvergensi yang lambat dibandingkan yang lain.
- Ketergantungan pada Protokol Routing
- Performa sangat tergantung pada protokol yang digunakan (misalnya, OSPF lebih efisien daripada RIP, tapi lebih rumit).
3. Jenis-jenis Dynamic Routing
1. Interior Gateway Protocols (IGP)
Protokol yang digunakan dalam satu organisasi atau area jaringan internal.
a. RIP (Routing Information Protocol)
- Karakteristik:
- Menggunakan algoritma Distance Vector.
- Membatasi jumlah hop hingga 15 (hop ke-16 dianggap tidak dapat dijangkau).
- Update routing dilakukan setiap 30 detik.
- Keunggulan:
- Mudah diimplementasikan.
- Cocok untuk jaringan kecil.
- Kelemahan:
- Lambat dalam konvergensi.
- Tidak efisien untuk jaringan besar.
b. OSPF (Open Shortest Path First)
- Karakteristik:
- Menggunakan algoritma Link State.
- Menentukan jalur terbaik berdasarkan cost (biasanya berdasarkan bandwidth).
- Mendukung subnetting dan VLSM (Variable Length Subnet Mask).
- Keunggulan:
- Cepat dalam konvergensi.
- Skalabilitas tinggi untuk jaringan besar.
- Kelemahan:
- Lebih rumit dalam konfigurasi dibandingkan RIP.
c. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
- Karakteristik:
- Protokol hybrid (menggabungkan Distance Vector dan Link State).
- Menggunakan metrik yang mencakup bandwidth, delay, load, dan reliability.
- Dikembangkan oleh Cisco (proprietary).
- Keunggulan:
- Konvergensi cepat.
- Efisien dalam penggunaan bandwidth.
- Kelemahan:
- Hanya bekerja pada perangkat Cisco (kecuali versi EIGRP open-standard).
2. Exterior Gateway Protocols (EGP)
Digunakan untuk menghubungkan jaringan yang berbeda di luar organisasi.
a. BGP (Border Gateway Protocol)
- Karakteristik:
- Digunakan di jaringan antar-AS (Autonomous System) seperti internet.
- Memilih jalur berdasarkan kebijakan administrasi, bukan hanya metrik.
- Menggunakan protokol Path Vector.
- Keunggulan:
- Stabil dan efisien untuk jaringan skala besar (seperti backbone internet).
- Kelemahan:
- Kompleks dalam konfigurasi dan pengelolaan.
- Waktu konvergensi relatif lambat.
4. Distance
5. Simbol
- DAo (Dinamic, Active, Ospf).
- DAC means Dynamic, Active, Connected
- DAr means Dynamic, Active, rip
6. Hop count rute
7. AS (Autonomous System)
AS (Autonomous System) adalah sebuah kumpulan jaringan komputer (networks) yang dikelola oleh satu entitas atau organisasi dan memiliki kebijakan routing yang sama. Autonomous System biasanya digunakan dalam konteks routing di internet, di mana AS bertindak sebagai unit administratif yang mengontrol bagaimana data mengalir ke dan dari jaringannya.
Karakteristik Autonomous System:
Kepemilikan Tunggal
AS dimiliki dan dioperasikan oleh satu organisasi, seperti penyedia layanan internet (ISP), perusahaan besar, atau universitas.Kebijakan Routing yang Konsisten
Semua jaringan dalam AS mengikuti kebijakan routing yang sama, yang ditentukan oleh pengelola AS.Identitas Unik dengan ASN
Setiap AS memiliki nomor unik yang disebut ASN (Autonomous System Number), yang diberikan oleh otoritas pengelola internet, seperti IANA (Internet Assigned Numbers Authority) atau RIR (Regional Internet Registries).Interaksi Antar-AS
AS berkomunikasi dengan AS lain melalui protokol routing eksternal seperti BGP (Border Gateway Protocol) untuk bertukar informasi routing dan mengarahkan lalu lintas antar-AS.
Komentar
Posting Komentar